Hai…selamat datang!

Perjalanan hidup setiap manusia di dunia ini tidak pernah sama. Demikian juga halnya dengan bagaimana setiap manusia itu memberi makna atas perjalanan hidupnya. Blog ini merupakan refleksi pribadi atas apa yang saya lihat, dengar, pikirkan, dan alami sehari-hari. Tulisan-tulisan dalam blog ini juga dibuat dengan jujur dan apa adanya. Tujuan dari blog ini semata-mata ingin menunjukkan bahwa hidup ini sungguh mempunyai makna, dan itu tergantung bagaimana kita memaknainya.

Kamis, 23 September 2010

Baru saja selesai didoakan...

Penahkah kita berdoa kepada Tuhan untuk memohon sesuatu hal dan jawabannya langsung kita dapatkan? Kalau jawabannya sesuai dengan permohonan kita, pasti kita merasa amat senang (dan mudah-mudahan kita tidak lupa untuk juga segera berterima kasih kepada Tuhan atas hal itu). Akan tetapi, pernahkah ketika kita juga berdoa memohon sesuatu (dan jawabannya juga segera kita dapatkan) tapi jawabannya ternyata berbanding terbalik 180 derajat dari yang kita mohonkan? Bagaimana perasaan kita?

Kejadian itu baru saja saya alami kemarin malam. Seperti biasa, sebelum kami semua beranjak tidur, saya dan beberapa anggota keluarga kami mengadakan doa malam bersama. Kami telah menyiapkan satu ruangan di lantai atas sebagai tempat kami berdoa. 

Sebelum salah seorang dari kami memimpin doa, masing-masing dari kami mengungkapkan pokok-pokok doa yang ingin didoakan, baik itu untuk diri sendiri, maupun doa untuk orang lain. Ketika semua orang sudah mengungkapkan pokok doanya, mulailah pemimpin doa mendoakan pokok-pokok doa itu. Kami pun mengikuti dan mendukung doa itu di dalam hati.


Ketika semua pokok doa kami sudah didoakan, ternyata pemimpin doa kami itu menambahkan satu pokok doa lagi: isinya mendoakan rumah tangga kedua saudara kami yang memang tinggal serumah dengan kami (tapi tidak sedang ikut berdoa dengan kami). Isinya memohon agar rumah tangga mereka selalu dilimpahi damai sejahtera Tuhan dan mereka diberkati Tuhan dalam pekerjaannya.


Alangkah terkejutnya kami, ketika pemimpin doa mengucapkan kata: "Amin!", terdengar suara dari bawah, yang meskipun tidak keras, tapi kami semua bisa membuat gambarnya di dalam pikiran kami: kedua saudara kami itu sedang bertengkar! Kami tidak tahu persis apa yang sedang mereka pertengkarkan, tapi yang jelas, kami mendengar salah seorang dari mereka masuk ke dalam kamar, meninggalkan pasangannya, dan langsung mengunci pintu.

Saya melihat wajah-wajah yang tampak kecewa dengan apa yang terjadi: baru saja kami mendoakan mereka supaya rumah tangga mereka diberkati dalam damai sejahtera Tuhan, tapi tidak sampai sedetik kami selesai berdoa, kami mendapati kenyataan bahwa mereka sedang bertengkar. Di tengah-tengah suasana yang sempat mencekam itu (karena kami semua serempak tidak bersuara selama beberapa saat lamanya), saya mengajak agar yang lain tidak larut dalam kekecewaan, dan tetap yakin bahwa Tuhan sedang dan terus bekerja mendatangkan damai sejahtera-Nya atas rumah tangga kedua saudara kami itu.


Dalam perenungan saya akan peristiwa semalam itu, saya menemukan kalau Tuhan adalah Allah yang berdaulat penuh atas kehidupan kita, dan kita tidak perlu meragukan betapa Ia sangat mengasihi kita, meskipun jawaban doa kita ternyata berbeda 180 derajat dari yang kita harapkan. Saya juga tahu dan yakin bahwa dalam keadaan apa pun dalam hidup kita, Tuhan yang berdaulat itu sedang dan terus mengajar kita untuk tetap setia (percaya) dan berdoa kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar