Hai…selamat datang!

Perjalanan hidup setiap manusia di dunia ini tidak pernah sama. Demikian juga halnya dengan bagaimana setiap manusia itu memberi makna atas perjalanan hidupnya. Blog ini merupakan refleksi pribadi atas apa yang saya lihat, dengar, pikirkan, dan alami sehari-hari. Tulisan-tulisan dalam blog ini juga dibuat dengan jujur dan apa adanya. Tujuan dari blog ini semata-mata ingin menunjukkan bahwa hidup ini sungguh mempunyai makna, dan itu tergantung bagaimana kita memaknainya.

Rabu, 09 Februari 2011

Membela Tuhan: perlukah?

Saya tergelitik untuk kembali menulis dalam blog ini (setelah sekian lama vakum) karena belakangan ini terjadi sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Kekerasan dengan mengatasnamakan agama terjadi di beberapa tempat di Indonesia, negara kita yang (katanya) berasaskan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi satu jua) itu. Miris rasanya melihat ratusan orang melakukan berbagai tindakan perusakan dan penganiayaan kepada sesamanya, hanya karena adanya perbedaan penghayatan kepada Tuhan. Berbagai alasan untuk "membenarkan" tindak kekerasan ini pun terlontar ke permukaan, mulai dari alasan peraturan (SKB 3 Menteri), alasan provokasi (SMS), sampai kepada alasan yang paling tidak masuk akal: Membela Iman (baca: Tuhan!)

Pertanyaannya, apa memang benar kalau Tuhan itu perlu dibela? Siapakah manusia (sang ciptaan) yang pantas membela Tuhan (Sang Pencipta) itu sendiri? Coba kita pikirkan hal ini dengan lebih jernih. Kalau memang Tuhan itu perlu dibela oleh manusia, maka bukankah itu berarti manusia sudah "mengurangi" kadar kemahakuasaan Tuhan? (menurut pendapat saya, hanya pihak yang lemahlah yang perlu dibela). Atau yang lebih dalam lagi, apakah Tuhan memang ingin dibela oleh manusia? Terhadap siapa Tuhan ingin manusia membelanya? terhadap manusia lain juga (yang notabene adalah ciptaan-Nya juga?)

Saya pikir semua orang yang mengaku beragama perlu berhenti sejenak dan kembali kepada filosofi agamanya masing-masing. Agama pada dasarnya adalah cara manusia melihat kebesaran Tuhan dan kemudian menanggapi keberadaan-Nya. Bukankah manusia punya berbagai cara/sudut pandang yang tidak sama untuk melihat Tuhan? Dan rasanya filosofi berikut ada dalam setiap agama: Tuhan yang dihayati dalam setiap agama pasti tidak membenarkan manusia pengikut-Nya menyakiti sesamanya yang lain (entah dia punya penghayatan yang sama atau berbeda dengan dia). Kenapa demikian? Karena Tuhan adalah sumber segala kebaikan, kedamaian, cinta kasih yang tidak terbatas! Justru manusia-manusialah yang sering membalikkan kebaikan, merusak kedamaian, dan membatasi cinta kasih Tuhan sebagai pembenaran atas setiap tindakan jahat yang dilakukannya!

Bila memang demikian adanya, baiklah kita (bagaimanapun pengahayatan kita kepada Tuhan) menjawab dengan jujur pertanyaan tadi: "Membela Tuhan: perlukah?" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar