"Berapa kali anda mengucapkan kata terima kasih kepada orang lain hari ini?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh pendeta dalam awal khotbahnya itu menyentak kesadaranku. Segera saja kulamunkan pikiranku pada setiap momen yang telah kujalani hari ini. Setelah beberapa saat, sampailah aku pada kesimpulan bahwa memang ternyata persoalan mengucapkan terima kasih memang persoalan yang gampang-gampang susah (setidaknya ini bagi diriku sendiri). Ia adalah persoalan yang gampang, karena tidak butuh waktu lebih dari 2 detik bagi mulut kita untuk mengucapkan kata "terima kasih," tapi ia sekaligus juga merupakan persoalan yang susah, karena untuk dapat mengucapkan kata itu, dibutuhkan kesadaran diri yang penuh setiap saat.
Sering kita merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita sehari-hari adalah hal yang biasa-biasa saja. Sarapan pagi yang sudah terhidang bagi kita di meja makan, tukang ojeg yang menjemput ke rumah dan mengantar kita sampai ke terminal, supir bis yang membawa kita sampai ke kantor, petugas kebersihan yang menyapu dan mengepel lantai ruangan kita, office boy yang mengantarkan surat penting untuk kita, petugas pantry yang menyiapkan makan siang kita, bisa jadi semua itu adalah hal yang "sudah menjadi biasa" bagi kita karena momen-momen itu berlangsung setiap hari dan berulang-ulang.
Di situlah pentingnya kesadaran diri yang penuh setiap saat, yaitu kesadaran bahwa segala sesuatu yang telah dilakukan oleh orang lain bagi kita, dan yang oleh karenanya kita mendapatkan kemudahan di dalam hal-hal tersebut, pantas dan perlu kita syukuri! Dan ungkapan "Terima kasih" menjadi ungkapan yang sederhana, namun tepat, untuk kita mensyukurinya!
Kesadaran diri yang penuh setiap saat ini tidak muncul dengan otomatis. Seperti slogan "practice makes perfect," kesadaran ini terasah dari hasil latihan setiap hari! Ketika kita hari ini ingat untuk minimal mengucapkan terima kasih kepada orang lain sebanyak satu kali, maka besok kita perlu menambah jumlahnya lebih dari satu kali, demikian seterusnya di hari-hari yang berikutnya, sampai kesadaran itu bisa muncul dengan sendirinya di pikiran kita.
Jadi, berapa kali berterima kasih hari ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar