Pagi ini waktu saya sedang menunggu angkutan bis menuju kantor, secara kebetulan saya bertemu dengan seorang sahabat saya yang lewat di jalan itu dengan kendaraannya. Alhasil saya bisa ikut menumpang sampai ke kantor (kebetulan kantor kami juga sama). Lalu di kantor, entah karena sarapan tadi pagi kurang porsinya, atau karena saya yang semalam kurang tidur, sehingga saya merasa perut saya sedikit "rewel" minta diisi, saya terpikir untuk membeli makanan di kantin kantor. Namun, lagi-lagi saya mengalami "kebaikan sahabat". Sebelum saya melangkah ke kantin, tiba-tiba lagi seorang sahabat saya yang lain di kantor berkata, "Eh, mau donat, ga? Gw bawa dari rumah. Kalau mau ke ruangan gw aja!" Tanpa berpikir dua kali, saya mengatakan, "Mau dong! Kebetulan gw lagi laper nih sekarang! Trims ya!" Apakah saya memanfaatkan kebaikan hati kedua orang sahabat saya itu untuk kepentingan saya sendiri? Bisa saja ada yang berpendapat demikian, karena toh saya yang "diuntungkan" dari kebaikan hati kedua sahabat saya itu. Akan tetapi, apa hanya berhenti di situ? Saya hanya mau "untung" sendiri terus? Sepertinya tidak ya. Tentu saya juga mau memberikan kebaikan kepada orang-orang di sekeliling saya, bukan untuk maksud apa-apa, tapi lebih karena saya sudah merasakan lebih dulu indahnya berada di antara orang-orang yang baik hati, yang kita sebut dengan "sahabat" itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar